FIB Unkhair dan Dikbud Maluku Utara Jalin Kerjasama Strategis

Editor: alafanews.com author photo

Ternate - Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Khairun (Unkhair) resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara. Kerja sama ini dikukuhkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berfokus pada penguatan literasi sekolah serta pelestarian warisan sejarah di bumi Moloku Kie Raha.

Sinergi ini dirancang untuk memberikan dampak nyata bagi kedua belah pihak, terutama dalam mendukung program Magang berdampak melalui tiga pilar program utama.

Perjanjian kerjasama ini fokus pada tiga Pilar Utama, seperti Magang Berdampak Mahasiswa; mahasiswa FIB Unkhair akan diterjunkan langsung ke berbagai instansi di bawah naungan Dikbud Maluku Utara. Program magang ini tidak hanya berorientasi pada pengalaman kerja, melainkan didesain untuk memberikan dampak langsung (impactful) bagi efisiensi birokrasi dan pengembangan program kebudayaan daerah.

Selain magang berdampak, juga Penguatan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB); di mana FIB Unkhair  menempatkan para akademisi dan pakar terbaiknya untuk memperkuat Tim Ahli Cagar Budaya Maluku Utara. Langkah ini diambil guna mempercepat proses identifikasi, verifikasi, dan penyelamatan berbagai situs sejarah serta objek diduga cagar budaya yang tersebar di wilayah Maluku Utara, serta Gerakan Literasi di SMA dan SMK; untuk mendongkrak minat baca dan kemampuan literasi generasi muda, mahasiswa dan dosen FIB Unkhair akan menginisiasi gerakan literasi sekolah. Program ini menyasar sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) di Maluku Utara melalui workshop dan pelatihan kepenulisan, bedah buku, dan optimalisasi perpustakaan sekolah.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya Unkhair, Nurain Jalaluddin yang di wakili Wakil Dekan 3, bagian kemahasiswaan,.alumni dan kerjasama Jainul Yusup, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan wujud nyata dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

"Kami tidak ingin menara gading. Melalui PKS ini, ilmu linguistik, ilmu sejarah, antropologi, dan sastra yang dipelajari mahasiswa di kelas harus menjadi solusi nyata di lapangan—baik untuk menghidupkan literasi di sekolah maupun menjaga kekayaan cagar budaya kita," ujar Jainul 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Dr.Abubakar Abdullah,M.Si, menyambut baik kolaborasi ini. Pihaknya mengakui bahwa kehadiran akademisi dan mahasiswa sangat dibutuhkan untuk mengakselerasi program-program pemerintah.

"Maluku Utara ini kaya akan sejarah, budaya, bahasa, namun tantangan literasi dan pengelolaan cagar budaya kita cukup besar. Dengan dukungan tim ahli dan energi muda dari mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Unkhair, kami optimis mutu pendidikan melalui gerakan literasi dan pelestarian budaya kita akan melompat lebih jauh," ungkap Abubakar 

Implementasi dari perjanjian kerja sama ini dijadwalkan akan mulai berjalan pada semester depan, diawali dengan pemetaan sekolah sasaran literasi dan sinkronisasi data cagar budaya yang menjadi prioritas. (*)






Share:
Komentar

Berita Terkini