Prodi Ilmu Sejarah FIB Unkhair Gelar Diskusi dan Buka Puasa Bersama

Editor: alafanews.com author photo

Ternate, Alafanews - Program Studi (Prodi) Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Khairun (Unkhair), sukses menyelenggarakan kegiatan diskusi ilmiah bertajuk "Konflik Timur Tengah dan Dampak Perekonomian Indonesia". Acara yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama ini berlangsung khidmat di FIB Kampus 2 Unkhair, Gambesi, pada Jumat (06/03).

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran dosen, alumni, serta ratusan mahasiswa yang antusias mengikuti pemaparan materi dari Nani Jafar, M.A, dosen Ilmu Sejarah. Diskusi ini bertujuan untuk memberikan wawasan geopolitik kepada mahasiswa Ilmu Sejarah sekaligus memahami bagaimana dinamika global di kawasan Arab berpengaruh langsung terhadap stabilitas domestik Indonesia.

Perspektif Sejarah dan Geopolitik, diskusi dibuka dengan sambutan dari kordinator  program studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya, Jainul Yusup, yang menekankan pentingnya peran akademisi dan mahasiswa Ilmu sejarah dalam membaca fenomena kontemporer. Beliau menyatakan bahwa konflik di Timur Tengah bukanlah fenomena baru, melainkan akumulasi dari ketegangan panjang yang memiliki akar sejarah kolonialisme dan perebutan sumber daya.

Dalam sesi utama, narasumber membedah beberapa poin krusial:

- Akar Konflik: Penelusuran sejarah mengenai batas-batas wilayah pasca-Perang Dunia I dan dampaknya terhadap konflik kedaulatan saat ini.

- Krisis Kemanusiaan: Bagaimana eskalasi konflik di wilayah tersebut memicu gelombang pengungsi dan perubahan kebijakan luar negeri negara-negara Muslim, termasuk Indonesia.

- Respons Diplomasi: Posisi Indonesia dalam kancah internasional yang tetap konsisten menyuarakan perdamaian berdasarkan amanat konstitusi.

Dampak Nyata terhadap Perekonomian Indonesia

Salah satu sorotan utama dalam diskusi ini adalah analisis mengenai transmisi konflik Timur Tengah ke sektor ekonomi nasional. Nani Jafar menjelaskan bahwa ketidakstabilan di Selat Hormuz atau Laut Merah memiliki efek domino yang signifikan terhadap Indonesia melalui beberapa jalur:

- Fluktuasi Harga Energi: Mengingat Timur Tengah adalah produsen minyak mentah terbesar, gangguan distribusi di sana memicu kenaikan harga minyak dunia yang berdampak pada subsidi BBM di Indonesia.

- Inflasi dan Logistik: Gangguan rute pelayaran internasional meningkatkan biaya kargo, yang pada akhirnya memicu kenaikan harga barang-barang impor dan komoditas pangan.

- Nilai Tukar Rupiah: Ketidakpastian global cenderung membuat investor beralih ke aset aman (safe haven), yang memberikan tekanan terhadap nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS.

"Sejarah mengajarkan kita bahwa tidak ada konflik yang benar-benar terlokalisasi di era globalisasi ini. Apa yang terjadi di Palestina atau Teluk, akan terasa dampaknya hingga ke pasar-pasar tradisional di Ternate, dan Maluku Utara" ujar salah Nani Jafar 

Buka Puasa Bersama

Setelah sesi diskusi yang cukup intens, acara dilanjutkan dengan kegiatan Buka Puasa Bersama. Momen ini menjadi ajang refleksi dan penguatan solidaritas antara dosen dan mahasiswa di lingkungan Program Studi Ilmu Sejarah.

Suasana keakraban tampak menyelimuti area FIB Kampus 2 Gambesi saat azan magrib berkumandang. Hidangan takjil khas lokal Ternate melengkapi hangatnya diskusi santai yang berlanjut di luar forum formal. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memperkaya intelektual mahasiswa, tetapi juga mempererat hubungan emosional antar-sivitas akademika.

Ketua Program Studi Ilmu Sejarah menutup acara dengan harapan agar diskusi serupa dapat dilakukan secara rutin. Jainul menekankan bahwa mahasiswa Ilmu sejarah harus mampu menjadi analis yang tajam terhadap peristiwa masa lalu untuk memahami kompleksitas masa depan.

Share:
Komentar

Berita Terkini