Ternate - Ketersediaan data berkualitas tentunya akan menentukan arah dan tujuan pembangunan yang tepat sasaran menuju Maluku Utara Bangkit dan sejahtera serta berkelanjutan dalam lustrum. Hal itu disampaikan Sekretaris daerah Maluku Utara (Malut), Drs. H. Samsuddin A. Kadir, saat memberi sambutan pada acara Rapat koordinasi (Rakor) Forum Satu Data Pemprov Malut tahun 2025, di Muara hotel Ternate, Jumat (11/7).
Sekprov mengatakan, data yang berkualitas merupakan bagian integral dan politik dari seluruh dokumen perencanaan untuk kepentingan daerah ini ke depan. Untuk itu perlu perhatian khusus pada seluruh OPD agar saling koordinasi, terbuka, kolaborasi (open collaborativ governance).
"Sinergitas antara perangkat daerah dan stakeholder terkait, dalam upaya mewujudkan ketersediaan data yang berkualitas sebagai rujukan untuk penyusunan dokumen perencanaan pembangunan berbasis data dan fakta, serta penganggaran yang berbasis kinerja, guna menghasilkan pembangunan berkualitas," ungkapnya.
Lanjutnya, jadi kualitas data akan menentukan kualitas penganggaran pembangunan yang berdampak terhadap tujuan dan sasaran pembangunan Malut selama lima tahun kedepan.
Menurut Sekprov, penyediaan data untuk perencanaan pembangunan daerah saat ini masih diperhadapkan dengan berbagai permasalahan, antara lain; Data tersebar di instalasi sektoral, kualitas data belum terjamin, ada kesenjangan data antara yang dibutuhkan dengan ketersediaan data, data yang sulit diakses dan belum terintegrasi serta keterbatasan sumber daya manusia pengelola data.
"Permasalahan pengelolaan data dan informasi ini tentunya dapat menjadi penghambat dalam penyediaan data yang berkualitas, sehingga akan berdampak dalam menentukan perencanaan atau merumuskan arah kebijakan pembangunan daerah," ujarnya.
