![]() |
| Alm. Abdul Gani Kasuba, Mantan Gubernur Malut |
Ternate - Kepemimpinan Alm. Abdul Gani Kasuba (AGK), mantan Gubernur Maluku Utara, dinilai membawa dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Lihat saja, pada tahun 2022 ekonomi Maluku Utara tumbuh sebesar 27 persen, angka itu menjadi yang tertinggi sedunia. Di saat yang sama hampir semua negara mengalami perlambatan ekonomi akibat situasi yang sulit karena lonjakan inflasi dan tren pertumbuhan ekonomi yang turun.
Selain pertumbuhan ekonomi yang terbesar, Provinsi Maluku Utara juga mampu menjaga inflasi tetap rendah di level 3,3 persen. Bahkan, Maluku Utara juga menjadi satu dari tiga provinsi di Indonesia yang tetap tumbuh pada awal pandemi 2020 selain Sulawesi Tengah dan Papua.
Pengamat Ekonomi Mukhtar Adam menyebut sosok Alm. Abdul Gani Kasuba adalah bapak pertumbuhan ekonomi Maluku Utara. Bukan tanpa alasan, julukan itu lahir karena AGK dinilai mampu menjadikan Malut dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia.
"Harus di akui di bawah kepemimpinan Alm. Abdul Gani Kasuba ekonomi Maluku Utara tumbuh tertinggi di dunia yang sulit dicapai oleh negara atau daerah lain di tengah tekanan Covid 19 dan upaya pemulihan di tengah keterbatasan fiskal dan ancaman refocusing," kata Mukhtar Adam kepada wartawan belum lama ini.
Menurut Mukhtar, pertumbuhan ekonomi Malut dapat dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat, termasuk dari kalangan petani yang menjadi salah satu kelompok paling merasakan langsung kebijakan ekonomi di masa AGK. Semua kebijakan-kebijakan di era AGK berhasil membawa perubahan besar bagi petani, terutama melalui program-program peningkatan produktivitas dan pemerataan kesejahteraan.
Selain itu, berbagai inisiatif yang dijalankan di masa kepemimpinan AGK seperti mengubah wajah Sofifi dari kawasan yang terbatas infrastruktur menjadi pusat pemerintahan yang lebih siap. Alhasil, hari ini Sofifi benar-benar menjadi pusat pemerintahan yang fungsional dan berdampak positif langsung bagi masyarakat Maluku Utara.
Kendati, kata Mukhtar, di masa kepemimpinan AGK menghadapi badai krisis Covid-19 yang mengancam ummat manusia, tekanan mobilitas penduduk terancam, ekonomi tertekan, daya beli rendah, dan harga kopra anjlok. Namun ia tetap kuat mengurai problem mencari solusi.
"AGK meyakinkan rakyat ada masa depan yang perlu di raih, memasuki tahun 2022 bom pertumbuhan ekonomi mulai ditabuh, dunia tercengang karena satu Provinsi kecil melejit menjadi Provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia," ucap Mukhtar. (*)
