Pewarta: Autiya Nila Agustina
PATI - Malam tirakatan yang digelar Pengurus Cabang (PC) GP Ansor Pati di Joglo Al-Juwani, Desa Langgenharjo, Kecamatan Juwana, Kamis malam (15/8) hingga Jumat dini hari (16/8), bukan hanya menjadi ajang doa bersama menyambut HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Lebih dari itu, acara ini menjadi wadah meneguhkan peran generasi muda sebagai garda kebangsaan.
Ketua PC GP Ansor Pati, H. Abdullah Syafiq Muadz, dalam sambutannya menegaskan bahwa tirakatan adalah media untuk memperkuat identitas kebangsaan dan menanamkan kesadaran sejarah perjuangan bangsa. “Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini adalah hasil pengorbanan para pahlawan. Tugas kita sekarang adalah menjaga dan mengisinya dengan karya yang bermanfaat,” jelasnya.
KH. Ahmad Nadhif Abdul Mujib menambahkan, nilai kebersamaan yang diwariskan para pendiri bangsa harus terus dijaga oleh anak muda. Menurutnya, generasi penerus tidak boleh abai terhadap semangat persatuan, karena itulah kunci dalam menghadapi arus globalisasi yang kerap memecah belah.
Sementara itu, Achwan Ihsan mengingatkan peran penting kader Ansor dalam menjawab tantangan zaman, mulai dari isu intoleransi hingga melemahnya solidaritas sosial. Ia menekankan agar kader hadir di tengah masyarakat sebagai penebar kebaikan dan agen perubahan.
Acara yang berlangsung khidmat ini diisi dengan tahlil, doa bersama, tausiah kebangsaan, hingga ramah tamah. Suasana keakraban antarwarga dan kader menegaskan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.
Melalui kegiatan ini, GP Ansor Pati berharap lahir generasi muda yang tidak hanya mengenang kemerdekaan secara simbolik, tetapi juga mampu menjadi penjaga nilai kebangsaan dan pelopor perdamaian di era modern.
